BaIi Mula – desa kuno dengan kekayaan budaya & tradisi, basis pengembangan cultural tourism.
Bagi warga Julah, intaran adalah "bunga" dan identitas masyarakat. Canang Julah hampir sama dengan canang sari, hanya saja lebih sederhana. Unsurnya: daun sirih (Dewa Wisnu), kapur sirih (Dewa Siwa), buah pinang (Dewa Brahma), dan daun intaran sebagai ciri khas desa.
Masyarakat Julah menggunakan canang Julah dalam kegiatan persembahyangan. Daun intaran juga sering dipasang di telinga atau rambut, baik di rumah maupun saat bepergian, sebagai identitas warga Julah.
Desa Julah tidak mengenal sistem ngaben, melainkan Mekelin. Jenazah tidak dibakar, melainkan dikubur tanpa busana sebagai simbol "sebagaimana dilahirkan, demikian pula kembali ke tanah". Upacara ini hanya untuk mereka yang sudah melewati tahapan upacara tertentu (disebut TELAH).
Secara umum sama dengan desa lain, namun Desa Julah punya perbedaan. Contoh: saat Galungan, bukan masing-masing keluarga yang membuat penjor, melainkan desa yang menyiapkan penjor dan melaksanakan odalan.
Odalan di Desa Julah dilaksanakan hampir setiap bulan, tergantung sasih dan jenis odalan. Biasanya pada "dewasa penekan-purnama" untuk odalan di pura desa, dan "dewasa pangelong" untuk odalan di pura dalem.
Harga: Rp 30.000
Harga: Rp 500.000